Helllo Sahabat
Kita sebagai orang Indonesia seharusnya tau kebudayaan apa saja yang ada di Indonesia ya minimal sebagian besarla maka dari itu admin kali ini akan share beberapa kebudayaan unik diindonesia oke langsung aja
1. Upacara Tabuik Sumatera Barat.
![[Image: tabuik1.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwQkQIYJmgz8F-4-lA0wR0sonfbK6qLENcBd3ufHGRu6eShfvr2qiqlHfcAkcd3eRgoK8TO8TvkmRo_pnFZb-UJATc9WGMZHmUwZug1TskXJbSH5L05DbxwOwB8X901Vf5JrfNpJhHXNY/s400/tabuik1.jpg)
Berasal dari kata ‘tabut’, dari bahasa Arab yang berarti mengarak,
upacara Tabuik merupakan sebuah tradisi masyarakat di pantai barat,
Sumatera Barat, yang diselenggarakan secara turun menurun. Upacara ini
digelar di hari Asura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, dalam
kalender Islam.
Konon, Tabuik dibawa oleh penganut Syiah dari
timur tengah ke Pariaman, sebagai peringatan perang Karbala. Upacara ini
juga sebagai simbol dan bentuk ekspresi rasa duka yang mendalam dan
rasa hormat umat Islam di Pariaman terhadap cucu Nabi Muhammad SAW itu.
Karena kemeriahan dan keunikan dalam setiap pagelarannya, Pemda setempat
pun kemudian memasukkan upacara Tabuik dalam agenda wisata Sumatera
Barat dan digelar setiap tahun.
Dua minggu menjelang pelaksanaan
upacara Tabuik, warga Pariaman sudah sibuk melakukan berbagai persiapan.
Mereka membuat serta aneka penganan, kue-kue khas dan Tabuik. Dalam
masa ini, ada pula warga yang menjalankan ritual khusus, yakni puasa.
Selain
sebagai nama upacara, Tabuik juga disematkan untuk nama benda yang
menjadi komponen penting dalam ritual ini. Tabuik berjumlah dua buah dan
terbuat dari bambu serta kayu. Bentuknya berupa binatang berbadan kuda,
berkepala manusia, yang tegap dan bersayap. Oleh umatIslam, binatang
ini disebut Buraq dan dianggap sebagai binatang gaib. Di punggung
Tabuik, dibuat sebuah tonggak setinggi sekitar 15 m. Tabuik kemudian
dihiasi dengan warna merah dan warna lainnya dan akan di arak nantinya.
2. Makepung, Balap Kerbau Masyarakat Bali.
![[Image: makepung+1.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiU9PZivGHYsE1wCh10aEm__YTeUWqycjpxQMnprs5Uj3gaccX6Jc4kgYuj5ThcMQl03TptSH7t8rBGnRIpD37fHxiQ12nltJYAsl3CiOvp5mvlLD-TdWJ821oxsvsD1mk5tGkrDggyuRc/s400/makepung+1.jpg)
Kalau Madura punya Kerapan Sapi, maka Bali memiliki Makepung. Dua
tradisi yang serupa tapi tak sama, namun menjadi tontonan unik yang
segar sekaligus menghibur. yang dalam bahasa Indonesia berarti
berkejar-kejaran, adalah tradisi berupa lomba pacu kerbau yang telah
lama melekat pada masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana.
Tradisi ini awalnya hanyalah permainan para petani yang dilakukan di
sela-sela kegiatan membajak sawah di musim panen. Kala itu, mereka
saling beradu cepat dengan memacu kerbau yang dikaitkan pada sebuah
gerobak dan dikendalikan oleh seorang joki.
Makin lama, kegiatan
yang semula iseng itu pun berkembang dan makin diminati banyak kalangan.
Kini, Makepung telah menjadi salah satu atraksi budaya yang paling
menarik dan banyak ditonton oleh wisatawan termasuk para turis asing.
Tak hanya itu, lomba pacu kerbau inipun telah menjadi agenda tahunan
wisata di Bali dan dikelola secara profesionalSekarang ini, Makepung
tidak hanya diikuti oleh kalangan petani saja. Para pegawai dan
pengusaha dari kota pun banyak yang menjadi peserta maupunsupporter.
Apalagi, dalam sebuah pertarungan besar, Gubernur Cup misalnya, peserta
Makepung yang hadir bisa mencapai sekitar 300 pasang kerbau atau bahkan
lebih. Suasana pun menjadi sangat meriah dengan hadirnya para pemusik
jegog(gamelan khas Bali yang terbuat dari bambu) untuk menyemarakkan
suasana lomba.
3. Atraksi Debus Banten
![[Image: debus1.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioEZzi_TPwJKa8qT6E7IBhkDwLzl1MCw2uqDRuHVp8UdO7s76voociRIJolu8MNFtfPL8-ibHH2fjgtt_zVVMPbCIKySuOoGLdOpdJ1vd35QkmQNL3bgueBmvzz7_8xbHH1nUTJMASU_E/s400/debus1.jpg)
Atraksi yang sangat berbahaya yang biasa kita kenal dengan sebutan
Debus, Konon kesenian bela diri debus berasal dari daerah al Madad.
Semakin lama seni bela diri ini makin berkembang dan tumbuh besar
disemua kalangan masyarakat banten sebagai seni hiburan untuk
masyarakat. Inti pertunjukan masih sangat kental gerakan silat atau
beladiri dan penggunaan senjata. Kesenian debus banten ini banyak
menggunakan dan memfokuskan di kekebalan seseorang pemain terhadap
serangan benda tajam, dan semacam senjata tajam ini disebut dengan
debus.
Kesenian ini tumbuh dan berkembang sejak ratusan tahun yang
lalu, bersamaan dengan berkembangnya agama islam di Banten. Pada awalna
kesenian ini mempunyai fungsi sebagai penyebaran agama, namun pada masa
penjajahan belanda dan pada saat pemerintahan Sultan Agung Tirtayasa.
Seni beladiri ini digunakan untuk membangkitkan semangat pejuang dan
rakyat banten melawan penjajahan yang dilakukan belanda. Karena pada
saat itu kekuatan sangat tidak berimbang, belanda yang mempunyai senjata
yang sangat lengkap dan canggih. Terus mendesak pejuang dan rakyat
banten, satu satunya senjata yang mereka punya tidak lain adalah warisan
leluhur yaitu seni beladiri debus.
4.Karapan sapi Masyarakat Madura Jawa Timur
![[Image: karapan1.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9_jpQVe2GHHWC6Yz1wwtbpfQmz8oW7kyrYlSdObGOMrDSB8Fo1HhVlLh3dIMSFRyMmRvOWJ9qr-GIVIbjVEGEZHw-NLGTNvU-uVNUfDcq-g9eyS1EqliRODg24RXrsxhh6ubjvO6qMb0/s400/karapan1.jpg)
Karapan sapi yang merupakan perlombaan pacuan sapi yang berasal dari
Madura Jawa Timur, Dalam even karapan sapi para penonton tidak hanya
disuguhi adu cepat sapi dan ketangkasan para jokinya, tetapi sebelum
memulai para pemilik biasanya melakukan ritual arak-arakan sapi
disekelilingi pacuan disertai alat musik seronen perpaduan alat music
khas Madura sehingga membuat acara ini menjadi semakin meriah.
Panjang
rute lintasan karapan sapi tersebut antara 180 sampai dengan 200 meter,
yang dapat ditempuh dalam waktu 14 sd 18 detik. Tentu sangat cepat
kecepatan sapi – sapi tersebut, selain kelihaian joki terkadang bamboo
yang digunakan untuk menginjak sang joki melayang diudara karena
cepatnya kecepatan sapi sapi tersebut. Untuk memperoleh dan menambah
kecepatan laju sapi tersebut sang joki, pangkal ekor sapi dipasangi
sabuk yang terdapat penuh paku yang tajam dan sang joki melecutkan
cambuknya yang juga diberi duri tajam kearah bokong sapi. Tentu saja
luka ini akan membuat sapi berlari lebih kencang, tetapi juga
menimbulkan luka disekitar pantat sapi. Jarak pemenang terkadang selisih
sangat tipis, bahkan tidak jarang hanya berjarak 1 sd 2 detik saja.
Karapan Sapi dimadura merupakan pagelaran yang sangat unik, selain sudah
diwarisi secara turun menurun tradisi ini juga terjaga sampai sekarang.
Even ini dijadikan sebagai even pariwisata di Indonesia, dan tidak
hanya turis local dari mancanegara pun banyak yang menyaksikan karapan
sapi ini.
5. Upacara Kasada Bromo
Upacara
Kasada bromo dilakukan oleh masyarakat Tengger yang bermukim di Gunung
Bromo Jawa Timur, mereka melakukan ritual ini untuk mengangkat seorang
Tabib atau dukun disetiap desa. Agar mereka dapat diangkat oleh para
tetua adat, mereka harus bisa mengamalkan dan menghafal mantera mantera.
Beberapa hari sebelum Upacara Kasada bromo dimulai, mereka mengerjakan
sesaji sesaji yang nantinya akan dilemparkan ke Kawah Gunung Bromo. Pada
malam ke 14 bulan Kasada Masyarakat tengger berbondong bondong dengan
membawa ongkek yang berisi sesajo dari berbagai macam hasil pertanian
dan ternak. Lalu mereka membawanya ke Pura dan sambil menunggu Dukun
sepuh yang dihormati datang mereka kembali menghafal dan melafalkan
mantera, tepat tengah malam diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan
umat dipoten lautan pasir gunung bromo. Bagi masyarakat Tengger, peranan
Dukun adalah sangat penting. Karena mereka bertugas memimpin acara –
acara ritual, perkawinan dll.
![[Image: kasada1.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAWC4OmifOb0xKADA-mv5R-Ms1sRPC6fo9uiCeLE_E7OBjlAJZRSLeH7XFaw7dbx6-9BnNxwLABlPAPghJVdwBpKYxI-u7YJQvUmNkkpv_d9pdq5865exfm8LOBEOwFcr-OvuFIOBePk8/s400/kasada1.jpg)
Sebelum lulus mereka diwajibkan lulus ujian dengan cara menghafal dan
lancar dalam membaca mantra mantra. Setelah Upacara selesai, ongkek –
ongkek yang berisi sesaji dibawa dari kaki gunung bromo ke atas kawah.
Dan mereka melemparkan kedalam kawah, sebagai simbol pengorbanan yang
dilakukan oleh nenek moyang mereka. Didalam kawah banyak terdapat
pengemis dan penduduk tengger yang tinggal dipedalaman, mereka jauh jauh
hari datang ke gunung bromo dan mendirikan tempat tinggal dikawah
gunung Bromo dengan harapan mereka mendapatkan sesaji yang dilempar.
Penduduk yang melempar sesaji berbagai macam buah buahan dan hasil
ternak, mereka menganggapnya sebagai kaul atau terima kasih mereka
terhadap tuhan atas hasil ternak dan pertanian yang melimpah. Aktivitas
penduduk tengger pedalaman yang berada dikawah gunung bromo
sumbe: http://www.marketing.co.id/5-kebudayaan-unik-khas-indonesia/
Nah itulah beberapa contoh kebudayaan diindonesia next post admin bakal share kebudayaan di dunia misal prancis